Pembelajaran Metode Jigsaw

Posted by Radja Paguntaka Minggu, 02 Desember 2012 1 komentar

Metode jigsaw merupakan bagian dari Cooperative Learning. Falsafah yang mendasari model pembelajaran gotong-royong dalam pendidikan adalah homo hominisosius. Berlawanan dengan teori Darwin, falsafah ini menekankan bahwa manusia adalah makhluk sosial. Kerja sama merupakan kebutuhan yang sangat penting artinya bagi kelangsungan hidup. Tanpa kerja sama, tidak akan ada individu, keluarga, organisasi, atau sekolah.
Ironisnya, model pembelajaran Cooperative Learning belum banyak diterapkan dalam pendidikan, walaupun orang Indonesia sangat membanggakan sifat gotong-royong dalam kehidupan bermasyarakat. Kebanyakan pengajar enggan menerapkan sistem kerja sama di dalam kelas karena beberapa alasan. Alasan yang utama adalah kekhawatiran bahwa akan terjadi kekacauan di kelas dan siswa tidak belajar jika mereka ditempatkan dalam grup. Selain itu, banyak orang mempunyai kesan negatif mengenai kegiatan kerja sama atau belajar dalam kelompok. Banyak siswa juga tidak senang disuruh bekerja sama dengan yang lain. Siswa yang tekun merasa harus bekerja melebihi siswa yang lain dalam grup mereka, sedangkan siswa yang kurang mampu merasa minder ditempatkan dalam satu grup dengan siswa yang lebih pandai. Siswa yang tekun juga merasa temannya yang kurang mampu hanya mengikuti saja pada hasil kerja payah mereka.
Kesan negatif mengenai kegiatan bekerja/belajar dalam kelompok ini juga bisa timbul karena ada perasaan was-was pada anggota kelompok akan hilangnya karakteristik atau keunikan pribadi mereka karena harus menyesuaikan diri dengan kelompok.
Sebenarnya pembagian kerja yang kurang adil tidak perlu terjadi dalam kerja kelompok jika pengajar benar-benar menerapkan prosedur model pembelajaran Cooperative Learning. Banyak pengajar hanya membagi siswa dalam kelompok lalu memberi tugas untuk menyelesaikan sesuatu tanpa pedoman mengenai pembagian tugas. Akibatnya siswa merasa ditinggal sendiri dan karena mereka belum berpengalaman, merasa bingung dan tidak tahu bagaimana harus bekerja sama menyelesaikan tugas tersebut. Kekacauan dan kegaduhan lah yang terjadi.
Model pembelajaran Cooperative Learning tidak sama dengan sekedar belajar dalam kelompok. Ada unsur-unsur dasar pembelajaran Cooperative Learning yang membedakannya dengan pembagian kelompok yang dilakukan asal-asalan. Pelaksanaan prosedur model Cooperative Learning dengan benar akan memungkinkan pendidik mengelola kelas dengan lebih efektif.




Baca Selengkapnya ....

Nilai UAS Kemuhammadiyahan VIII C

Posted by Radja Paguntaka Rabu, 21 November 2012 0 komentar
No
Nama
KKM
Nilai
Keterangan
1
Alif Arian
75
84
Terlampaui
2
Abdul Manaf
75
82
Terlampaui
3
Karmilayanti
75
82
Terlampaui
4
Muhammad Hazmin
75
81
Terlampaui
5
Riska Triana
75
81
Terlampaui
6
Muhammad Taufik
75
78
Terlampaui
7
Didi
75
78
Terlampaui
8
Sarifuddin
75
78
Terlampaui
9
Randy
75
78
Terlampaui
10
Dedy
75
78
Terlampaui
11
Riska Puspita Dewi
75
77
Terlampaui
12
Fathurrahman Adha
75
77
Terlampaui
13
Surianti
75
76
Terlampaui
14
Indah Purnama Sari
75
76
Terlampaui
15
Muhammad Dalimin
75
76
Terlampaui
16
Asdar
75
76
Terlampaui
17
Mita
75
76
Terlampaui
18
Hariani
75
76
Terlampaui
19
Cindy Marlina
75
76
Terlampaui
20
Masrina
75
75
Tercapai
21
Dewi Shinta
75
74
Tidak Tercapai
22
Andriyanto
75
73
Tidak Tercapai
23
Rezky Devy
75
72
Tidak Tercapai
24
Arif
75
70
Tidak Tercapai
25
Anggy Pratama
75
70
Tidak Tercapai
26
M. Farhan Zarazy
75
69
Tidak Tercapai
27
Jusri
75
70
Tidak Tercapai
28
Jamhari



29
Sahrin





Tarakan, 10 Desember 2012
Guru Bidang Studi


(Akhmad Fakharuddin Sidar)





Bidang Studi               : Kemuhammadiyaan
KKM                           : 75
Kelas                           : 8 C

 










Baca Selengkapnya ....

SMP MUSA untuk SAHABAT GAZA

Posted by Radja Paguntaka 1 komentar

Ketika Indonesia Merdeka pada 17 Agustus 1945, Palestina sebagai Negara Sahabat memberikan dukungan terbaiknya dalam peresmian kemerdekaan tersebut.
Korban meninggal dan luka-luka telah mencapai ratusan orang. Umat muslim sedunia pun serentak melakukan aksi kepedulian terhadap rakyat Gaza. 


Tidak hanya sekedar unjuk rasa, namun juga dengan penuh kerelaan hati memberikan harta bendanya untuk disumbangkan kepada rakyat Gaza.  Aksi kepedulian tersebut sudah menyentuh seluruh elemen, termasuk siswa-siswi SMP Muhammadiyyah I Kota Tarakan, Kalimantan Utara, yang melakukan aktifitas penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu rakyat Gaza di Palestina. 

Dengan penuh semangat, 
lebih dari 500 siswa-siswi SMP Muhammadiyyah I Kota tarakan ikut serta memberikan infaknya untuk menolong rakyat Gaza Palestina. Penggalangan dana dilakukan di beberapa titik keramaian, guna memaksimalkan tersalurnya dana siswa dan masyarakat. Para siswa-siswi pun melakukan orasi dan kecaman terhadap israel di perempatan simpang tiga, Grand Tarakan Mall (GTM) dan THM. Puncaknya hari ini, Senin (21/11/2012) seusai pengarahan dari Afandi Kamaruddin ST selaku kepala sekolah, dana bantuan dikumpulkan selama satu jam sebesar Rp 5.577.500 untuk dapat disalurkan kepada rakyat Gaza Palestina. 

Angka tersebut masih akan terus bertambah, karena masih ada siswa-siswi yang belum berdonasi. Rencananya, Dana ini akan dikumpulkan bersama dengan dana dari seluruh perguruan muhammadiyyah di Tarakan.

“Aku sedih sekali melihat kondisi di Gaza. Aku senantiasa berdoa supaya Palestina bebas dan Israelnya dimusnahin sama Allah,” tutur Rival Araz, Siswa kelas 8 A saat ditanya perasaannya terhadap kondisi rakyat Gaza Palestina.









Baca Selengkapnya ....
Cara Buat Email Di Google | Copyright of Radja Paguntaka.